Pohon, Kertas, dan Lingkungan



Hutan adalah paru-paru dunia yang patut kita jaga.  Saat ini keberadaan hutan di Indonesia makin menyempit akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tetapi kita semua berpotensi untuk merusak hutan walaupun tinggal di daerah perkotaan.
“Kertas” kata itu sudah pasti tidak asing terdengar untuk kita semua. Setiap harinya kita dapat melihat berbagai kegiatan yang menggunakan kertas seperti menulis, menggambar, membuat kerajinan tangan hingga pembungkus makanan. Mungkin untuk kebanyakan orang membuang-buang kertas adalah hal yang biasa, tapi tahukah kalian jika membuang banyak kertas dapat menyebabkan hutan menjadi rusak?
Kertas yang biasanya kita pergunakan terbuat dari batang pohon. Pada saat kebutuhan kita akan kertas meningkat, pabrik kertas akan semakin giat menebang pohon untuk dijadikan kertas dan dijual kepada masyarakat. Sedangkan satu rim kertas memerlukan satu batang pohon yang jika ditebang memerlukan waktu enam sampai delapan tahun untuk dapat tumbuh dan siap ditebang kembali. Selain itu bahan baku kertas seharusnya diambil dari hutan produksi tetapi banyak pabrik-pabrik kertas yang mengambil atau menebang pohon dari hutan rakyat atau hutan yang dilingdungi pemerintah.
Semakin besar pemborosan kertas, maka makin besar kemungkinan oknum-oknum pabrik akan menebang hutan sembarang demi kepentingan mereka. Semakin besar pula dampak negatif yang ditimbulkan pada alam. Jika pohon terus menerus ditebang, maka hutan akan menjadi gundul. Dampak lain yang ditimbulkan yakni besarnya kemungkinan terjadi tanah longsor, punahnya hewan-hewan yang bergantung terhadap pepohonan, dan berkurangnya suplai oksigen di dunia.
Untuk itu kita harus menggunakan kertas sebaik-baiknya, jika perlu kita memakai kertas daur ulang atau biasanya disebut kertas buram. Memang tidak banyak orang yang menyukai kertas buram ini karena seratnya kasar dan warnanya yang tidak putih. Tetapi kertas buram adalah hasil dari daur ulang kertas putih yang sudah dipakai dan beberapa macam kertas lainnya yang dijadikan satu dan didaur ulang. Selain itu beberapa informasi menyebutkan bahwa sisa hasil industri pertanian seperti batang padi juga dapat dijadikan bahan pembuatan kertas, tetapi belum banyak masyarakat yang mengetahui informasi tersebut.
Dengan memulai dari diri kita sendiri yakni melakukan penghematan kertas dan menggunakan kertas daur ulang, kita sudah dapat mendukung gerakan peduli lingkungan dengan memperkecil terjadinya penebangan hutan. Selain bermanfaat bagi lingkungan, menghemat kertas serta menggunakan kertas daur ulang juga dapat menurunkan pengeluaran uang saku kita.
Jadi tunggu apalagi, jagalah lingkungan sekitarmu dengan melakukan hal-hal sekecil apapun yang bermanfaat untuk dirimu sendiri, orang lain, dan lingkunganmu.

Komentar

Postingan Populer